You are currently viewing Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama: Ketegangan dalam Ragam Pendekatan Advokasi bagi Kelompok Terpinggirkan

Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama: Ketegangan dalam Ragam Pendekatan Advokasi bagi Kelompok Terpinggirkan

Bersamaan dengan menguatnya dasar legal dan konstitusional kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) di Indonesia, advokasi KBB pun berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. Namun tidak jarang ada perbedaan, bahkan ketegangan, dalam mengadvokasi kasus-kasus yang melibatkan pelanggaran KBB. Sebagian mengedepankan peran advokat atau aktivis yang memperjuangkan pemenuhan hak pihak yang terlanggar, sebagian lainnya mengedepankan peran mediator atau fasilitator yang menjembatani para pihak dalam memenuhi kebutuhan bersama dan memperbaiki hubungan mereka. Terkadang perbedaan strategi ini dapat saling mendelegitimasi.

Buku ini merefleksikan perkembangan di atas. Bagian pertama mengangkat dua studi kasus, yaitu: 15 tahun upaya penanganan atas masalah yang menimpa Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Kota Bogor, Jawa Barat; dan pengalaman Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam memediasi kasus-kasus konflik terkait KBB. Dua bab berikutnya menawarkan analisis lebih mendalam atas pendekatan berbasis-kekuatan, hak dan kepentingan dalam konteks kasus-kasus terkait KBB.

Diterbitkan atas kerja sama:

PUSAD Paramadina

CRCS

Sekber Koalisi Advokasi KBB

Leave a Reply