Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Geothermal dipromosikan sebagai energi hijau, tetapi menimbulkan dampak sosial dan ekologis serius di tingkat lokal.● Ketegangan muncul antara klaim ilmiah energi bersih dan pengalaman nyata komunitas terdampak geothermal.● Transisi energi harus mengintegrasikan keadilan ekologis, kedaulatan masyarakat, dan penghormatan terhadap spiritualitas alam. Oleh: Anthon Jason | Republikasi dari ICRS Geothermal energy is frequently promoted as a form of “green energy” ...

Ringkasan:● Bencana ekologis di Sumatera Utara dimaknai sebagai momentum memperkuat perjuangan keadilan ekologis lintas sektor.● Diskusi menekankan pentingnya strategi advokasi terkoordinasi dari tingkat lokal hingga nasional.● PGI dan Sekber Gokesu mendorong kolaborasi media, kampus, lintas iman, dan solidaritas basis masyarakat. Republikasi dari PGI Diskusi antara Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumene Sumatera Utara (Sekber ...

Ringkasan:● Pemaknaan rahmatan lil ‘alamin yang antroposentris berkontribusi pada abainya tanggung jawab ekologis.● Krisis ekologis merupakan dampak eksploitasi alam yang mengabaikan etika dan keberlanjutan lingkungan.● Islam Kosmik menawarkan kesalehan ekologis yang menautkan relasi Tuhan, manusia, dan alam secara setara. Oleh: Noer Fahmiatul Ilmia (Staf ISIF dan Gusdurian Cirebon) | Republikasi dari ISIF Selama ini, konsep Islam rahmatan lil ‘alamin masih ...

Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Komunitas GUSDURian Makassar, Pelita Padang, dan 2 lainnya Caption: Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Makassar menghadirkan Kajian Tauhid (Teologi) & Ekologi #2 dengan tema:“Ketika Bumi Menjerit: Membaca Bencana Sumatera dalam Perspektif Tauhid & Tanggungjawab Ekologis”. Kita belajar membaca luka-luka alam bukan hanya sebagai data bencana, tetapi sebagai panggilan etis. Di dalamnya ...

Ringkasan: ● Kerusakan lingkungan di Sumbar, Sumut, dan Aceh adalah kerusakan terencana, didukung negara, menimbulkan polusi, dan merugikan masyarakat.● Pola eksploitasi yang sama terjadi berulang: negara beri izin, korporasi untung, rakyat jadi korban bencana.● Tokoh agama dan masyarakat yang melawan kerusakan justru menghadapi kekerasan, penangkapan, dan dipenjara. Caption: Aneh ya, setiap kali banjir dan longsor, kita diminta bilang “musibah alam”, ...