You are currently viewing Deplu AS Pelajari Situasi KBB di Indonesia

Deplu AS Pelajari Situasi KBB di Indonesia

PUSAD Paramadina menerima kunjungan perwakilan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bagian Office of International Religious Freedom, Serena Doan dan Leslie Moorman, yang didampingi perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jordan Elizabeth Younes, Senin, 26 Februari 2024. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan Office of International Religious Freedom ke Jakarta untuk bertemu dengan perwakilan Pemerintah Indonesia dan organisasi-organisai masyarakat sipil di Indonesia.

Topik diskusi mencakup keadaan Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) di Indonesia saat ini. Secara keseluruhan, terdapat banyak kemajuan pasca-Reformasi dalam hal jaminan konstitusional dan legal. Salah satu studi kasus yang dibahas adalah keberhasilan pendirian GKI Yasmin di Bogor tahun lalu. Diskusi juga membahas beberapa tantangan yang masih dialami terutama oleh kelompok kepercayaan minoritas. Penolakan dan perilaku intoleransi tercermin melalui berbagai tindakan, seperti penolakan pembangunan tempat ibadah dan pembubaran pengajian.

Beberapa poin menarik yang muncul dalam diskusi adalah bagaimana kemajuan KBB di Indonesia sangat bervariasi dari satu kota/wilayah dengan kota/wilayah lainnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena meskipun Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, dalam beberapa wilayah tertentu terdapat kantong-kantong agama minoritas yang menjadi mayoritas di wilayah tersebut, menjadikan Islam sebagai minoritas.

Perjuangan untuk memasukkan hak-hak KBB ke dalam peraturan legal juga berbeda tingkat kemudahannya di berbagai wilayah. Pengalaman Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) di Banjarmasin dalam memajukan Perda Toleransi, yang didukung oleh LSM dan pemerintah setempat, menjadi pelajaran unik yang berharga bagi wilayah lain untuk mulai mendorong pembuatan peraturan sejenis di tingkat kota/kabupaten. Diskusi juga menyentuh topik Pemilihan Umum di bulan Februari lalu dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi proses memajukan hak-hak KBB di Indonesia.

PUSAD selaku pelaksana Sekretariat Bersama Koalisi Advokasi KBB juga mengenalkan inisiatif tersebut kepada perwakilan Departemen Luar Negeri AS. Selain memperkenalkan latar belakang terbentuknya koalisi dan aspirasinya, rangkuman mengenai beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Sekber KBB juga dipaparkan secara singkat bersamaan dengan kegiatan yang diproyeksikan akan dilakukan di masa depan. Koordinator nasional Sekber KBB juga telah mensosialisasikan koalisi ini kepada beberapa perwakilan negara lain, seperti ke Kedutaan Besar Kanada dan Norwegia pada 11 Januari 2024 lalu.

Leave a Reply