You are currently viewing SADAP Indonesia Kenalkan Agama Bahai dan Mensosialisasikan Bahaya Perundungan di TBM Tanjung Saleh
SADAP Indonesia di Taman Baca Masyarakat (1/6/2024)

SADAP Indonesia Kenalkan Agama Bahai dan Mensosialisasikan Bahaya Perundungan di TBM Tanjung Saleh

Penulis: Rio Pratama | Republikasi dari BujangAdau

Keberagaman menjadi realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Hal tersebut turut hadir dalam aspek keagamaan atau kepercayaan. Terlepas dari enam agama yang terlembagakan serta diakui oleh pemerintah, ada pula agama serta aliran kepercayaan yang kerap kali luput dari perhatian serta tidak mendapatkan rekognisi sehingga menyebabkan terjadinya praktik diskriminasi.

Bahai menjadi agama yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Agama yang lahir di Iran dan dirujuk pada ajaran Baha’ullah ini juga terdapat di Indonesia termasuk Kalimantan Barat.

Sebagai komunitas muda yang fokus pada edukasi dan kampanye tentang toleransi dan keberagaman. Perkumpulan Pemuda Satu Dalam Perbedaan (SADAP) Indonesia turut memperkenalkan agama Bahai kepada masyarakat luas. Satu diantaranya kepada anak-anak di Taman Baca Masyarakat (TBM) Tanjung Saleh, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Sabtu, (1/6/2024).

Rio Pratama, Ketua Perkumpulan SADAP Indonesia menuturkan bahwa dengan mengenalkan Bahai, masyarakat khususnya anak-anak dapat lebih mengenal tentang keberagaman secara luas.

“Selama ini, agama yang dikenalkan kepada masyarakat khususnya anak-anak hanya terbatas pada enam agama saja. Kami berharap anak-anak juga dapat mengenal Bahai dan tidak asing dengan keberagaman yang ada disekitarnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa kerap dilakukan SADAP Indonesia melalui berbagai kegiatan yang dilakukan sejak 2017 lalu.

“Sejak terbentuk dari 2017 lalu, SADAP terus konsisten melakukan edukasi dan kampanye tentang toleransi dan keberagaman melalui kegiatan yang diselenggarakan. Mulai dari Ahmadiyah, Sikh dan Bahai turut kami kenalkan melalui berbagai platform dan kegiatan bersama” tambahnya.

Melalui Pendekatan Sosialisasi Anti Perundungan

TBM Tanjung Saleh berjarak kurang lebih satu setengah jam dari Kota Pontianak. Untuk sampai ke lokasi tersebut, perjalanan ditempuh melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan menaiki kapal melintasi muara sungai. TBM yang didirikan oleh Badariah ini ini turut menjadi tempat belajar dan pengembangan diri puluhan anak-anak yang ada disana.

Dalam mengenalkan Bahai, SADAP Indonesia turut melibatkan penganut agama Bahai untuk datang dan berkolaborasi memberikan edukasi khususnya tentang mencegah bahaya perundungan khususnya bagi anak-anak. “Kami berkolaborasi bersama Bahai memberi edukasi tentang bahaya perundungan. Belajar dan bermain bersama anak-anak di Tanjung Saleh. Kami berharap, melalui kegiatan ini anak-anak dapat mendapat edukasi bahaya perundungan sekaligus mengenal agama Bahai,” pungkas Rio.

Leave a Reply