Perdebatan tentang sains, agama, dan tradisi merupakan pergulatan yang sangat panjang dalam sejarah peradaban manusia. Upaya merefleksikan dan memosisikan diri menjadi bagian penting dalam memahami makna dan hakikat pengetahuan bagi kehidupan manusia. Ringkasan:● Epistemologi lokal menawarkan cara memahami pengetahuan yang ekosentris dan relasional.● Modernitas Barat dipertanyakan karena cogito dianggap melahirkan dominasi manusia atas alam.● Epistemologi relasional menekankan koherensi, intersubjektivitas, dan ...
Ringkasan:● Kolaborasi lintas agama penting untuk memperkuat keadilan ekologis dan perlindungan kelompok rentan.● Komunitas Sri Tumuwuh menunjukkan praktik ekokrasi melalui ritual budaya yang memulihkan harmoni manusia–alam.● Perubahan perspektif menuju ekokrasi menekankan pentingnya mendengarkan suara manusia dan alam sebagai dasar pemulihan ekologis. Oleh: Fransisca Yohana Sri Winarsih | Republikasi dari ICRS In the face of the ecological crisis, religious communities are ...
Oleh: Nicholas Ryan Aditya & Robertus Belarminus | Republikasi dari Kompas.com Ringkasan:● Kemenag akan mengadakan perayaan Natal bersama untuk pertama kalinya.● Menag Nasaruddin Umar menyebut langkah ini sebagai sejarah dan konsistensi toleransi.● Indonesia dianggap sebagai model toleransi beragama yang ditiru oleh banyak negara. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, untuk pertama kalinya, Kementerian Agama akan menggelar perayaan Natal bersama. Meski ...
Ringkasan:● Perempuan menjadi kelompok paling rentan dalam konflik berbasis agama dan keyakinan.● Diskriminasi berlapis membuat perempuan menghadapi kekerasan fisik, spiritual, dan ekonomi.● Perempuan berperan penting dalam merawat perdamaian dan mendokumentasikan pelanggaran KBB. Oleh: Rikhul Jannah | Republikasi dari NU Online Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) periode 2010-2014, Yuniyanti Chuzaifah, mengatakan bahwa perempuan beragama menjadi kelompok paling ...
Ringkasan:● Komunitas Sungai Utik menunjukkan ketahanan kolektif melalui musyawarah inklusif dan pengelolaan adat berkelanjutan.● Gerakan masyarakat sipil perlu menghubungkan kelompok yang terfragmentasi melalui strategi (gerakan) rimpang dan koalisi.● Advokasi demokrasi diperkuat lewat pendekatan interseksional yang mengaitkan isu adat, lingkungan, dan kebebasan beragama. Oleh: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICRS Since the 1980s, the Dayak Iban Menua indigenous community of ...
Ringkasan:● Pemuda lintas agama dan negara berkumpul di Peace Camp Jogja untuk membangun keharmonisan.● Beragam sesi dialog dan aktivitas kolaboratif menumbuhkan empati, kerja sama, dan pemahaman perdamaian.● Peace Camp diharapkan menjadi model pendidikan perdamaian dan ruang perjumpaan pemuda berkelanjutan. Oleh: Ubaidillah Fatawi | Republikasi dari Islami.co Sebanyak 60 pemuda dari berbagai sekolah menengah atas di Yogyakarta dan mahasiswa internasional dari ...
Siaran Pers SETARA Institute, 17 November 2025 Ringkasan:● KKT 2025 mempertemukan pemerintah dan masyarakat sipil untuk memperkuat ekosistem toleransi daerah.● Berbagai kota berbagi inovasi kebijakan dan program kolaboratif untuk memajukan toleransi.● Peserta sepakat mempercepat regulasi, program, dan kolaborasi demi memperkuat keberagaman Indonesia. Republikasi dari SETARA Institute Sejak tahun 2015 hingga 2024, SETARA Institute secara rutin menyusun dan memublikasikan studi Indeks ...
Ringkasan:● Kemenag memperkuat regulasi dan kapasitas SDM untuk mencegah konflik keagamaan.● Sinergi layanan dan filantropi keagamaan dioptimalkan untuk mendukung stabilitas sosial.● Dialog keagamaan dan diseminasi riset diperluas sebagai dasar kebijakan yang lebih responsif. Republikasi dari Islami.co Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama merumuskan lima rekomendasi strategis sebagai tindak lanjut Workshop Hasil Pemetaan Potensi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. ...
Ringkasan:● Religi Expo 2025 memperkuat toleransi melalui ruang perjumpaan lintas agama dan budaya.● Tema Merak menegaskan kaitan erat antara keberagaman sosial dan kepedulian lingkungan.● LK3 menyerukan perhatian ekologis, termasuk penolakan terhadap kebijakan Taman Nasional Meratus. Oleh: Pasto | Republikasi dari Kalsel Maju Media Masyarakat Kota Banjarmasin terus mengajarkan toleransi antarumat beragama. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Religi Expo di Siring ...
Lewat Religi Expo, Komunitas Lintas Iman Banjarmasin Merayakan Keberagaman dan Meruntuhkan Prasangka
Oleh: Riyad Dafhi R. | Republikasi dari Banjartimes Ringkasan:● Religi Expo menghadirkan ruang perjumpaan lintas iman untuk merayakan keberagaman dan mengurangi prasangka.● Ahmadiyah memanfaatkan expo untuk berdialog terbuka dan menegaskan kesamaan ajaran Islam yang mereka anut.● Indeks toleransi Banjarmasin meningkat seiring upaya kolaboratif merawat keberagaman dan ekspo menambahkan pesan penting merawat lingkungan. Puluhan komunitas lintas agama, kepercayaan, dan suku berkumpul ...
















