Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Ringkasan:● Peringatan Hari Toleransi Internasional di Indonesia kontras dengan realitas diskriminasi minoritas.● Menteri Agama aktif promosikan toleransi di forum internasional, tetapi abai terhadap intoleransi di dalam negeri.● Dalam enam bulan terakhir, terjadi kasus kekerasan dan pembatasan ibadah minoritas. Caption: Hari Toleransi Internasional masih dimaknai sebagai ruang bagi para elit dan pemimpin agama untuk ...

Oleh: Rahcmad Sutisna Hamijaya (Penggerak Komunitas GUSDURian Banjarmasin, Kalimantan Selatan) | Republikasi dari GUSDURian Ringkasan:● Konten keagamaan provokatif mudah menyebar tanpa verifikasi dan memicu konflik sosial.● Moderasi beragama menuntut literasi digital, sanad keilmuan, dan dialog lintas iman.● Pendekatan dialogis lintas iman terbukti efektif menyebarkan nilai moderasi dan toleransi di era digital. Meningkatnya konten keagamaan yang tidak akurat dan bernada provokatif ...

Oleh: Suci Ambarwati Ringkasan:● Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional mengabaikan sejarah kekerasan Orde Baru terhadap KBB.● Orde Baru menindas iman dan identitas melalui pembatasan agama resmi, diskriminasi, dan kekerasan negara.● Gelar pahlawan tersebut menormalisasi kekerasan dan mengkhianati korban serta kebenaran sejarah. Pemerintah resmi menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Keputusan ini disambut sebagian pihak sebagai bentuk “penghargaan atas jasa pembangunan dan ...

Ringkasan:● Orang muda berpotensi mendorong perdamaian, tetapi masih rentan terpapar intoleransi dan diskriminasi.● Gerakan KBB belum sepenuhnya representatif dan membutuhkan lensa interseksional serta kolaborasi lintas identitas.● Partisipasi orang muda harus bermakna dengan internalisasi nilai KBB dan dukungan sistem demokratis. Oleh: Rahmatul Amalia N. Ahsani | Republikasi dari INFID Tulisan ini merupakan refleksi personal penulis bersama orang muda pegiat isu KBB ...

Tolak Soeharto jadi pahlawan!! Dari pembantaian 1965, penembakan Tanjung Priok 1984, diskriminasi terhadap Tionghoa, hingga kerusuhan Mei 1998, rezim ini menindas iman dan identitas atas nama stabilitas. Kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) dikorbankan demi kekuasaan. Kenali sejarah. Lindungi KBB. Jangan biarkan pelanggar HAM jadi pahlawan. ...

Konten ini diambil dari akun Instagram Institut DIAN/Interfidei Ketika hutan dibabat, gajah terusir, dan bumi menangis, kita sedang menyaksikan dosa ekologis yang dilakukan atas nama pembangunan. Iman sejati bukan diam, tapi berpihak pada kehidupan ✊🌏 Ringkasan Konten:● Hutan Seblat musnah oleh sawit, menghilangkan rumah gajah dan ruang spiritual kehidupan.● Kerusakan alam disebabkan keserakahan manusia yang melanggar hukum dan etika agama. ● Iman sejati ...

Oleh: Arina Rahmatika Ringkasan:● Banyak kelompok keagamaan di Indonesia masih harus beribadah diam-diam karena takut intoleransi dan persekusi.● Pembiaran terhadap pembubaran acara keagamaan menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap kebebasan beragama.● Kebebasan beragama sejati membutuhkan empati dan jaminan rasa aman bagi semua warga negara. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga kami bersiap menyambut kedatangan seorang habib dari Gresik yang akan mengisi ...

Oleh: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICRS Ringkasan:● Institusi agama menampilkan kontradiksi dengan mendukung lingkungan secara tekstual tetapi terlibat dalam industri ekstraktif yang merusak.● Komunitas rentan yang merasa dikhianati oleh institusi agama kini kembali berpegang teguh pada adat istiadat untuk keadilan ekologis.● Masalah ekologi bersifat struktural, bukan sekadar moral. Is religion always environmentally friendly? Religion has textual sources that teach interpreting them ...

Dari forum lintas negara, muncul refleksi tentang bagaimana relasi agama dan negara memengaruhi ruang gerak perempuan di dunia Muslim serta bagaimana Indonesia menawarkan model keberagamaan yang lebih setara dan membebaskan. Oleh: Marzuki Rais (Ketua Yayasan Fahmina) | Republikasi dari Yayasan Fahmina Ringkasan:● Di Malaysia, tafsir agama dimonopoli negara sehingga membatasi gerakan perempuan dan pandangan alternatif.● Kebebasan tafsir keagamaan di Indonesia lebih luas, ...

Buku Kursus Pembuat Perubahan merupakan panduan fasilitator yang membantu masyarakat lokal mempelajari, menghargai, dan mendukung Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) untuk semua. Panduan ini berisi sembilan sesi pelatihan interaktif dan praktis yang dapat digunakan oleh berbagai komunitas untuk memperkuat pemahaman dan praktik KBB di tingkat akar rumput. Berikut adalah sambutan dan komentar tentang buku ini dari Zainal Abidin Bagir, Alissa ...