Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Republikasi dari Huria Kristen Batak Protestan ...

Sekber Koalisi Advokasi KBB mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi Virtual Bulanan Gerakan Green Islam di Indonesia: Aktor, Strategi, dan Jaringan 🗓 Jumat, 28 November 2025⏰ Pukul 14.00–16.00 WIB🔗 Link Registrasi Zoom: bit.ly/diskusi-KBB24📄 Bahan Diskusi: bit.ly/bahandiskusi-KBB24 Riset terbaru PPIM UIN Jakarta, dibukukan dengan judul di atas, memberi data dan wawasan luas tentang “Green Islam” sebagai gerakan lingkungan yang dinamis di Indonesia. ...

Ringkasan:● Kolaborasi lintas agama penting untuk memperkuat keadilan ekologis dan perlindungan kelompok rentan.● Komunitas Sri Tumuwuh menunjukkan praktik ekokrasi melalui ritual budaya yang memulihkan harmoni manusia–alam.● Perubahan perspektif menuju ekokrasi menekankan pentingnya mendengarkan suara manusia dan alam sebagai dasar pemulihan ekologis. Oleh: Fransisca Yohana Sri Winarsih | Republikasi dari ICRS In the face of the ecological crisis, religious communities are ...

Ringkasan:● Krisis lingkungan Indonesia mendesak karena rendahnya kesadaran moral masyarakat dalam merawat alam.● Tokoh lintas agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan kesadaran ekologis masyarakat.● Kampanye lingkungan oleh pemuka agama mengubah isu ekologis menjadi gerakan moral dan spiritual lintas iman. Oleh: Abdul Warits (Penggerak Komunitas GUSDURian Sumenep, Madura) | Republikasi dari GUSDURian Krisis lingkungan di negara Indonesia akhir-akhir ini bukan lagi ...

Ringkasan:● Ensiklik Laudato Si’ menetapkan tujuh tujuan global merawat Bumi dan martabat manusia.● Krisis ekologis berakar dari tindakan manusia, sehingga solusi juga harus datang dari manusia.● Perubahan radikal memerlukan kerja sama semua elemen, termasuk penolakan ormas agama terhadap tambang. Oleh: Adin Fahima Zulfa | Republikasi dari GUSDURian “Hampir tidak ada gunanya menggambarkan gejala-gejala krisis ekologis tanpa mengakui bahwa akarnya adalah ...

Penulis: Testriono, Ismatu Ropi, Aldi Nur Fadil Auliya, Dedy Ibmar, Savran Billahi, Tati RohayatiEditor: Testriono, Aldi Nur Fadil AuliyaDiterbitkan oleh: UIN Jakarta Press bekerjasama dengan PPIM UIN Jakarta Cetakan I : Desember, 2024 | xx + 306 hlm Sinopsis Masalah lingkungan dan perubahan iklim menjadi tantangan global yang semakin mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sementara Indonesia, menurut berbagai studi dan ...

Recap Plenary Session 2: Multi-faceted Religion and Ecological Crisis Kontributor: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICIR Rumah Bersama Ringkasan:● Agama memiliki wajah ganda: mendukung pelestarian alam sekaligus terlibat dalam industri perusak lingkungan.● Ketika hukum dan lembaga agama gagal, masyarakat adat kembali pada tradisi untuk mencari keadilan ekologis.● Green deen tidak cukup tanpa perlawanan terhadap korupsi dan ketimpangan struktural penyebab ...

Konten ini diambil dari akun Instagram Institut DIAN/Interfidei Ketika hutan dibabat, gajah terusir, dan bumi menangis, kita sedang menyaksikan dosa ekologis yang dilakukan atas nama pembangunan. Iman sejati bukan diam, tapi berpihak pada kehidupan ✊🌏 Ringkasan Konten:● Hutan Seblat musnah oleh sawit, menghilangkan rumah gajah dan ruang spiritual kehidupan.● Kerusakan alam disebabkan keserakahan manusia yang melanggar hukum dan etika agama. ● Iman sejati ...

Recap Plenary Session 2: “Interreligious Engagement for Ecological Justice” Kontributor: Misni Parjiati | Republikasi dari ICIR Rumah Bersama Ringkasan:● Keadilan ekologis menuntut dialog antariman dan kepedulian terhadap suara alam serta kelompok terpinggirkan.● Konsep ekokrasi menekankan kemitraan manusia dan bumi melalui sikap mendengar, bukan sekadar berbicara.● Kearifan Jawa (ngalah, ngalih, ngamuk) menjadi praktik nyata menghadapi krisis dan memperjuangkan inklusi. Sesi pleno ...

Oleh: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICRS Ringkasan:● Institusi agama menampilkan kontradiksi dengan mendukung lingkungan secara tekstual tetapi terlibat dalam industri ekstraktif yang merusak.● Komunitas rentan yang merasa dikhianati oleh institusi agama kini kembali berpegang teguh pada adat istiadat untuk keadilan ekologis.● Masalah ekologi bersifat struktural, bukan sekadar moral. Is religion always environmentally friendly? Religion has textual sources that teach interpreting them ...