Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Pelatihan PFA–TIS memperkuat kapasitas pendamping lintas iman dalam merespons trauma korban kekerasan berbasis agama.● PFA membekali pendamping dengan keterampilan dukungan psikososial awal yang aman, empatik, dan sensitif trauma.● TIS mendorong komunitas membangun sistem pendampingan terstandar untuk mencegah trauma berulang dan memperkuat pemulihan. Oleh: Ucu Cintarsih | Republikasi dari JAKATARUB JAKATARUB bekerja sama dengan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha, ...

Ringkasan:● Kebebasan beragama di Indonesia tergerus oleh negara, aparat, dan ormas melalui toleransi semu.● Toleransi murahan memosisikan minoritas sebagai objek belas kasih mayoritas, bukan warga setara.● Orang muda menuntut toleransi mahal berbasis kesetaraan, inklusivitas, dan perlindungan hak nyata. Oleh: M. Naufal Waliyuddin | Republikasi dari Rumah KitaB Menjelang pergantian tahun, situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia masih belum ...

Ringkasan:● Jalsah Salanah 2025 menjadi momen penguatan hak perempuan Ahmadiyah bersama 16 HAKtP.● Aktivis desak negara lindungi perempuan Ahmadiyah dari diskriminasi berbasis keyakinan.● Keterlibatan aktif perempuan dalam Jalsah memperlihatkan kapasitas mereka dan urgensi representasi publik. Republikasi dari Tentangpuan.com Pelaksanaan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) tahun 2025 bertepatan dengan momentum internasional 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP). Kegiatan ...

Ringkasan:● Resiliensi menjadi fokus baru dalam menghadapi tekanan sosial, politik, dan kebebasan beragama.● Pegiat lintas iman mendorong penguatan akar rumput yang inklusif dan memberdayakan penyintas intoleransi.● Gerakan lintas iman diarahkan pada spiritualitas ugahari dan perubahan kecil yang bermakna. Oleh: Risdo Simangunsong | Republikasi dari Jakatarub Resiliensi sebagai Napas Perjuangan Resiliensi merupakan kata yang belakangan kian berseliweran dalam diskusi, program, hingga ...

Ringkasan:● Everyday religious freedom menyoroti kebebasan beragama yang muncul dalam praktik dan relasi sehari-hari.● Studi Cao menunjukkan sinicization sebagai proses kultural diaspora, bukan sekadar kontrol negara.● Kebebasan beragama dipahami sebagai pengalaman situasional yang dinegosiasikan di ruang domestik dan transnasional. Oleh: Tedi Kholiludin | Republikasi dari elsaonline Salah satu gagasan kebebasan beragama yang jarang dibahas, tetapi sejatinya sangat potensial untuk dikembangkan ...

Ringkasan:● Seminar membahas dampak penerapan KUHP Nasional terhadap ruang kebebasan beragama di tingkat lokal.● Pembicara menyoroti potensi kriminalisasi, pasal karet, dan perlunya penguatan respons masyarakat sipil.● Solusi ditekankan pada pentingnya solidaritas lintas agama dan pendidikan publik untuk mencegah pelanggaran KBB. Oleh: Risdo Simangunsong | Republikasi dari Jakatarub Senin (24/11/2025) diadakan seminar bertajuk “Dampak Penerapan KUHP Nasional terhadap Kebebasan Beragama dan ...

Sekber Koalisi Advokasi KBB mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi & Peluncuran Buku Kursus Pembuat Perubahan: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan 🗓 Senin, 24 November 2025⏰ Pukul 14.00–16.00 WIB🔗 Link Registrasi Zoom: bit.ly/diskusiKBB-23📄 Bahan Diskusi: bit.ly/bahandiskusiKBB-22 Sekber Koalisi KBB baru saja ikut menerbitkan buku “Kursus Pembuat Perubahan Lokal: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan”. Apa kekuatan dan keterbatasan modul ini sebagai buku sumber untuk ...

Di berbagai daerah, kelompok minoritas agama dan kepercayaan masih menghadapi penolakan, pembubaran kegiatan ibadah, persekusi, bahkan perusakan rumah ibadah. Ringkasan:● Negara gagal menjamin kebebasan beragama meski konstitusi memerintahkan perlindungan setara bagi semua warga.● Berbagai kasus intoleransi terus berulang akibat regulasi diskriminatif dan pembiaran aparat.● Pelarangan kegiatan Jemaat Ahmadiyah menunjukkan regulasi diskriminatif melegitimasi intoleransi. Oleh: Fajar Pahrul Ulum | Republikasi dari ...

Sudah lebih dari satu tahun sejak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Periode satu tahun ini merupakan waktu yang cukup untuk melihat arah prioritas pemerintahan, sekaligus membaca pola pengelolaan kebijakan yang akan menentukan perjalanan pemerintahan pada tahun-tahun berikutnya. Berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan dan langkah pemerintah sepanjang tahun pertama ...

Oleh: Riyad Dafhi R. | Republikasi dari Banjartimes Ringkasan:● Religi Expo menghadirkan ruang perjumpaan lintas iman untuk merayakan keberagaman dan mengurangi prasangka.● Ahmadiyah memanfaatkan expo untuk berdialog terbuka dan menegaskan kesamaan ajaran Islam yang mereka anut.● Indeks toleransi Banjarmasin meningkat seiring upaya kolaboratif merawat keberagaman dan ekspo menambahkan pesan penting merawat lingkungan. Puluhan komunitas lintas agama, kepercayaan, dan suku berkumpul ...