Republikasi dari Taylor & Francis Online Judul Asli: Unveiling unity: how Thailand’s Muslim minorities weave a multicultural societyPenulis: Setia Gumilar, Mohammad Taufiq Rahman, Dody S. Truna, dan Muhammad Roflee Waehama Abstrak: Penelitian ini menganalisis penerapan praktik multikulturalisme di Thailand, khususnya pada komunitas minoritas Muslim, serta membandingkannya dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, yakni Myanmar dan Filipina. Dengan menggunakan metode kualitatif serta teori ...
Ringkasan:● Tercatat 183 gangguan/pelanggaran KBB sepanjang 2025 dengan Jawa Barat sebagai wilayah kasus tertinggi.● Gereja dan Ahmadiyah menjadi target utama persekusi akibat stigma serta regulasi diskriminatif.● Aparat negara dan ormas sering mengorbankan hak minoritas demi stabilitas semu berkedok harmoni. Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram SEJUK, dan 3 lainnya Caption: Gereja-gereja dan jemaat muslim Ahmadiyah target rentan pelanggaran kebebasan ...
Ringkasan:● Ranperpres PKUB berisiko melanggengkan diskriminasi pendirian rumah ibadah terhadap kelompok minoritas.● Data menunjukkan peningkatan pelanggaran kebebasan beragama yang belum mampu diatasi negara.● Koalisi sipil mendesak revisi kebijakan agar lebih inklusif dan sesuai konstitusi. Oleh: Rindrasari | Republikasi dari YKPI Akhir tahun sering kali diisi dengan perayaan, harapan baru, dan janji-janji perubahan. Namun, bagi sebagian warga, pergantian tahun tidak selalu ...
Ringkasan:● Perlu redefinisi konsep minoritas sebagai persoalan struktural berbasis relasi kuasa.● Regulasi dipandang krusial untuk memastikan identitas dan kelompok rentan tidak mengalami diskriminasi.● Mahasiswa didorong memperluas ruang intelektual di luar kampus guna memperkuat kepekaan sosial. Republikasi dari elsaonline Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) Semarang bekerja sama dengan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas ...
KUHP baru yang berlaku awal 2026 memiliki celah yang merugikan kelompok minoritas. Mereka berusaha bertahan dengan berjejaring dan saling menguatkan. Ringkasan:● Kelompok minoritas dan aktivis prodemokrasi cemas KUHP baru akan memicu kriminalisasi dan diskriminasi.● Pasal agama dan penghinaan negara dalam KUHP dinilai multitafsir dan rawan disalahgunakan terhadap kelompok rentan.● Perlu peningkatkan mitigasi hukum dan kolaborasi untuk memperkuat daya tahan menghadapi ...
Republikasi dari Taylor & Francis Online Judul Asli: The Concept of Vulnerability in the Context of Religious MinoritiesPenulis: Grażyna Baranowska Abstrak:Bab ini menilai penerapan konsep kerentanan terhadap minoritas agama dan mengeksplorasi nilai tambah dari penggunaan perspektif tersebut dalam konteks hukum hak asasi manusia internasional. Secara khusus, bab ini mengkaji putusan-putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (European Court of Human Rights) dan badan-badan perjanjian ...
Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Ringkasan:● Peringatan Hari Toleransi Internasional di Indonesia kontras dengan realitas diskriminasi minoritas.● Menteri Agama aktif promosikan toleransi di forum internasional, tetapi abai terhadap intoleransi di dalam negeri.● Dalam enam bulan terakhir, terjadi kasus kekerasan dan pembatasan ibadah minoritas. Caption: Hari Toleransi Internasional masih dimaknai sebagai ruang bagi para elit dan pemimpin agama untuk ...
Republikasi dari ELSA Online LPM Menteng UNWAHAS Gelar Diskusi Publik Politik Minoritas, Tiga Akademisi Soroti Isu Agama dan Identitas Semarang, Suasana kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang terasa lebih hidup pada Kamis (23/10/2025) pagi. Diskusi Publik dan Bedah Buku “Politik Minoritas di Indonesia” digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Menteng UNWAHAS. Dosen UNTAG Semarang, Ceprudin menyoroti pentingnya peran agama dalam administrasi ...
Oleh: Belinda Vania D. | Konten ini diambil dari akun Instagram SETARA Institute Katanya negara yang mengharagi perbedaan, katanya negara yang mengakui kebebasan beragama. Namun kenyataannya hal tersebut seperti menjadi “omon – omon” saja. Intoleransi kian merebak di berbagai wilayah, pembubaran kegiatan ibadah salah satu kelompok minoritas menjadi bukti bagaimana kebebasan beragama untuk masyarakat Indonesia dilanggar. Lagi – lagi pemerintah ...
Oleh: Alfian Rico Komimbin | Republikasi dari PGI The second day of the Inter-Religious Conference on Freedom of Religion and the Rights of Religious Minorities in Asia, convened by the Christian Conference of Asia (CCA), directed its focus toward country-specific analyses of religious freedom and the rights of minorities. Scholars, religious leaders, and community representatives presented perspectives from across the ...
















