Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Komunitas GUSDURian Makassar, Pelita Padang, dan 2 lainnya Caption: Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Makassar menghadirkan Kajian Tauhid (Teologi) & Ekologi #2 dengan tema:“Ketika Bumi Menjerit: Membaca Bencana Sumatera dalam Perspektif Tauhid & Tanggungjawab Ekologis”. Kita belajar membaca luka-luka alam bukan hanya sebagai data bencana, tetapi sebagai panggilan etis. Di dalamnya ...
Ringkasan:● Krisis lingkungan Indonesia mendesak karena rendahnya kesadaran moral masyarakat dalam merawat alam.● Tokoh lintas agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan kesadaran ekologis masyarakat.● Kampanye lingkungan oleh pemuka agama mengubah isu ekologis menjadi gerakan moral dan spiritual lintas iman. Oleh: Abdul Warits (Penggerak Komunitas GUSDURian Sumenep, Madura) | Republikasi dari GUSDURian Krisis lingkungan di negara Indonesia akhir-akhir ini bukan lagi ...
Oleh: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICRS Ringkasan:● Institusi agama menampilkan kontradiksi dengan mendukung lingkungan secara tekstual tetapi terlibat dalam industri ekstraktif yang merusak.● Komunitas rentan yang merasa dikhianati oleh institusi agama kini kembali berpegang teguh pada adat istiadat untuk keadilan ekologis.● Masalah ekologi bersifat struktural, bukan sekadar moral. Is religion always environmentally friendly? Religion has textual sources that teach interpreting them ...
Oleh: Fardan Mahmudatul Imamah | Republikasi dari ICRS This essay asks if theology that envisions harmony between humans and nature is naïve, given a world that’s growing hotter and drier. On one hand, religious narratives—especially those in the Franciscan tradition—revive a loving language toward creation. They refer to elements of nature as Brother Sun, Sister Moon, and Sister Earth. On ...










