Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Kebebasan beragama di Indonesia tergerus oleh negara, aparat, dan ormas melalui toleransi semu.● Toleransi murahan memosisikan minoritas sebagai objek belas kasih mayoritas, bukan warga setara.● Orang muda menuntut toleransi mahal berbasis kesetaraan, inklusivitas, dan perlindungan hak nyata. Oleh: M. Naufal Waliyuddin | Republikasi dari Rumah KitaB Menjelang pergantian tahun, situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia masih belum ...

Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram YKPI, CIS Timor, dan AJI Yogyakarta Caption: Webinar Nasional HAKTP 2025 dan Hari HAM:“Mengurai Kekerasan Struktural terhadap Perempuan:Dari Kawin Tangkap, Perempuan dalam Situasi Bencana, hingga Regulasi Diskriminatif” Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat—dari Aceh, Yogyakarta, hingga NTT. Mulai dari kawin tangkap, kekerasan seksual, diskriminasi dalam aturan, hingga kerentanan perempuan dalam bencana dan konflik keagamaan.Peringatan ...

Ringkasan:● Situasi HAM 2025 memburuk dengan meningkatnya kekerasan negara dan lemahnya penuntasan pelanggaran.● Tindakan aparat menyebabkan banyak korban, termasuk pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, dan penangkapan sewenang-wenang.● Reformasi sektor keamanan mundur drastis akibat revisi UU TNI dan minimnya partisipasi publik. Republikasi dari KontraS Untuk memperingati Hari HAM Sedunia pada tanggal 10 Desember, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ...

Ringkasan:● PN Makale merobohkan Tongkonan Ka’pun (berusia 300 tahun) dan 10 bangunan lain.● Eksekusi lahan sengketa ini memicu bentrokan antara aparat, warga, dan mahasiswa yang menimbulkan korban luka.● Tongkonan bukan sekadar bangunan, ia adalah simbol identitas, termasuk penyambung dengan leluhur,. Oleh: A. Sumandoyo | Konten ini diambil dari akun Instagram Narasi Newsroom Caption: Tongkonan Ka’pun, rumah adat berusia tiga abad, ...

Ringkasan:● Perempuan Ahmadiyah menghadapi kerentanan berlapis akibat diskriminasi gender dan keyakinan.● Jalsah Salanah menjadi ruang spiritual sekaligus forum memperkuat perlindungan dan suara perempuan.● Negara didesak menjamin hak-hak konstitusional perempuan minoritas dari kekerasan dan stigma struktural. Oleh: Neno Karlina Paputungan | Republikasi dari Tentangpuan.com Embun masih menggantung pelan di dedaunan ketika angin lembut menyapu halaman Masjid Mubarak di Kelurahan Motoboi Besar. ...

Ringkasan:● Pemaksaan dan pelarangan jilbab melanggar kebebasan beragama dan memicu tekanan psikologis serius.● Tekanan sistemik menghasilkan kekerasan simbolik dan konflik identitas mendalam.● Perempuan merespons tekanan melalui adaptasi, perlawanan, dan advokasi diri yang membentuk transformasi pribadi. Oleh: Fransisca Yohana Sri Winarsih | Republikasi dari ICRS Kompas.com reported on a case involving the alleged forced wearing of a hijab by a female student at ...

Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Komunitas GUSDURian Makassar, Pelita Padang, dan 2 lainnya Caption: Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Makassar menghadirkan Kajian Tauhid (Teologi) & Ekologi #2 dengan tema:“Ketika Bumi Menjerit: Membaca Bencana Sumatera dalam Perspektif Tauhid & Tanggungjawab Ekologis”. Kita belajar membaca luka-luka alam bukan hanya sebagai data bencana, tetapi sebagai panggilan etis. Di dalamnya ...

Ringkasan:● Jalsah Salanah 2025 menjadi momen penguatan hak perempuan Ahmadiyah bersama 16 HAKtP.● Aktivis desak negara lindungi perempuan Ahmadiyah dari diskriminasi berbasis keyakinan.● Keterlibatan aktif perempuan dalam Jalsah memperlihatkan kapasitas mereka dan urgensi representasi publik. Republikasi dari Tentangpuan.com Pelaksanaan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) tahun 2025 bertepatan dengan momentum internasional 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP). Kegiatan ...

Ringkasan:● Penyintas dipaksa memaafkan demi stabilitas sosial, meniadakan ruang marah dan menuntut kejelasan.● Pemaafan paksa membebani penyintas dan menjadi alat pelindung kekerasan struktural.● Memaafkan adalah pilihan otonom, bukan kewajiban, dan bukan satu-satunya jalan spiritual penyembuhan. Oleh: Widi Iskandar Rangkuti | Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Jakatarub, SEJUK, dan 4 lainnya Caption: 💙 Cerita Tapak Tilas Spiritual dalam memperingati ...

KUHP baru yang berlaku awal 2026 memiliki celah yang merugikan kelompok minoritas. Mereka berusaha bertahan dengan berjejaring dan saling menguatkan. Ringkasan:● Kelompok minoritas dan aktivis prodemokrasi cemas KUHP baru akan memicu kriminalisasi dan diskriminasi.● Pasal agama dan penghinaan negara dalam KUHP dinilai multitafsir dan rawan disalahgunakan terhadap kelompok rentan.● Perlu peningkatkan mitigasi hukum dan kolaborasi untuk memperkuat daya tahan menghadapi ...