Gestur tiga jari yang menyimbolkan perlawanan terhadap tirani. Dari demonstran hingga pemuka agama.
Ringkasan:
● Sejumlah pendeta mengacungkan gestur tiga jari di atas mimbar gereja pada pengujung khotbah ibadah.
● Gestur tiga jari digunakan demonstran di banyak negara sebagai simbol revolusi atau perlawanan terhadap otoritarianisme.
● Pemuka agama sebelumnya berperan aktif ketika berlangsung gerakan Reformasi 1998.
Republikasi dari Tempo.co
Gerakan perlawanan damai lewat gestur tiga jari kini merambah hingga mimbar gereja. Artikel ini menyoroti aksi para pemuka agama yang menyuarakan penolakan terhadap ketidakadilan dan keberpihakan pada kelompok lemah melalui simbol ini. Dalam artikel tersebut, Tempo mewawancarai Pendeta Rena Sesaria Yudhita (GKI Gejayan) untuk menggali makna di balik aksi tersebut, serta Ihsan Ali-Fauzi (Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi Paramadina) yang mengulas makna sosial-politik di balik fenomena tersebut.
Simak ulasan selengkapnya melalui tautan berikut: https://www.tempo.co/gaya-hidup/gestur-tiga-jari-menjalar-hingga-pemuka-agama-apa-artinya–2303409











Leave a Reply