Ringkasan:● Tahun 2025 menandai kemunduran HAM terparah pascareformasi akibat kebijakan negara yang represif dan anti-partisipasi publik.● Kekerasan negara, kriminalisasi protes, dan perluasan peran militer mempersempit ruang sipil serta mengancam kebebasan dasar warga.● Kebijakan ekonomi pro-deforestasi memicu ketimpangan sosial dan bencana ekologis yang berujung pada krisis kemanusiaan. Republikasi dari Amnesty International Indonesia Tahun 2025 merupakan tahun malapetaka nasional hak asasi manusia ...
Ringkasan:● Safari Natal GUSDURian Cirebon memperkuat toleransi lintas iman melalui perjumpaan langsung di Biara Santa Maria.● Suster Ursulin merawat keberagaman melalui konsistensi pelayanan pendidikan dan keramahan sosial sejak tahun 1933.● Toleransi sejati terwujud melalui kerja sederhana perempuan dalam menghadirkan rasa aman bagi sesama. Oleh: Fuji Ainnayah | Republikasi dari GUSDURian Pada Kamis, 25 Desember 2025, Komunitas GUSDURian Cirebon bersama sejumlah ...
Ringkasan:● Human flourishing menjadi kerangka lintas disiplin untuk perdamaian, kesejahteraan, dan depolarisasi global.● ICRS berpartisipasi aktif dalam diskursus internasional melalui simposium di Australian Catholic University.● Simposium menghasilkan kolaborasi konkret Indonesia–Australia dalam riset, pendidikan, dan pengembangan akademik. Oleh: Imanuel Geovasky | Republikasi dari ICRS Human flourishing has gained increasing attention in global academic and policy-oriented discussions as scholars seek more comprehensive ...
Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Lihat videonya di sini: https://www.instagram.com/p/DSzJdAvkQiA/ Caption: Agama turun untuk menggarap tambang atau merawat lingkungan? Agama hadir untuk merusak alam atau meruwat jagat kehidupan? Lalu mengapa kita banyak menuntut para penghayat kepercayaan dan masyarakat adat selalu ada di garis terdepan melestari alam, melawan perusahaan dan negara yang ugal-ugalan, sementara organisasi agama besar yang katanya ...
Republikasi dari Taylor & Francis Online Judul Asli: A theological approach to the construction of houses of worship in IndonesiaPenulis: Abdul Jamil Wahab, Mustolehudin, Abd. Kadir Ahmad, Sitti Arafah, Joko Tri Haryanto, Setyo Boedi Oetomo, Kustini, dan Fakhruddin M. Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor teologis sebagai akar konflik keagamaan dalam pembangunan rumah ibadah. Banyak konflik keagamaan dikaji dari faktor politik, hukum, ...
Ringkasan:● Pemaksaan jilbab sejak dini dapat menimbulkan luka psikologis karena mengabaikan tubuh dan pengalaman anak.● Religious trauma lahir dari praktik agama yang menekan melalui kontrol tubuh, relasi kuasa, dan simbol kepatuhan.● Pendidikan agama yang sehat menuntut empati, pilihan sadar, dan penghormatan terhadap pengalaman manusiawi. Oleh: Arina Rahmatika | Republikasi dari GUSDURian Agama sering kali diposisikan sebagai sumber nilai, moral, dan ...
Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Video: https://www.instagram.com/p/DSqlr32EsBV/ Caption: Pelarangan Ibadah Natal 70 umat Kristen di Jonggol, Bogor, tak bisa merayakan Natal. Tempat ibadah mereka, GMII Betlehem Jonggol, dilarang digunakan untuk beribadah. Tampak tekanan dilakukan kepada Pdt. Rudy oleh jajaran pemerintah Desa Sukasirna, seperti RT, RW, dan aparatnya, Satpol PP bahkan MUI setempat yang secara sepihak untuk menghentikan kegiatan ...
Ringkasan:● PBM 2006 kerap menjadi alat legal untuk menghambat pendirian rumah ibadah kelompok minoritas.● KUHP Nasional 2023 memperkuat perlindungan hukum terhadap gangguan, kebencian, dan perusakan terkait ibadah.● Perlindungan kebebasan beragama memerlukan reformasi kebijakan perizinan dan komitmen penegakan hukum. Oleh: Risdo Simangunsong | Republikasi dari Jakatarub Sebagaimana terjadi di banyak wilayah lain di Jawa Barat, permasalahan pendirian rumah ibadah merupakan tantangan ...
Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram PMMBN DKI JAKARTA, Nuralwala, 2 lainnya 📢 *OPEN DISCUSSION | RUANG MODERASI PMMBN X MAWARA* Halo kawan-kawan ✨Kami mengundang teman-teman untuk hadir dalam kegiatan Ruang Moderasi dengan tema: “Mengurai Basis Epistemologi Kerukunan Umat Beragama” 🎙️ Pemateri:– Irwan Suhanto (Senior Aktivis)– Azam Bahtiar (Direktur Nuralwala)– Ni Putu Virgi Eka Ayu (Aktivis Hindu) 🗓️ Sabtu, ...
Dalam masyarakat yang majemuk, Natal menemukan maknanya ketika ada sikap saling menghormati dan bekerja sama. Ringkasan:● Natal bermakna saat umat Kristiani hadir menghidupi toleransi nyata di ruang publik majemuk.● Toleransi sejati mewujud melalui aksi saling membantu antarumat beragama tanpa mengaburkan identitas iman.● Kerja sama lintas iman membangun rasa percaya dan memperkuat persaudaraan sebagai sesama warga. Oleh: Laurensius Rio | Republikasi ...
















