Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Lihat videonya di sini: https://www.instagram.com/p/DSzJdAvkQiA/ Caption: Agama turun untuk menggarap tambang atau merawat lingkungan? Agama hadir untuk merusak alam atau meruwat jagat kehidupan? Lalu mengapa kita banyak menuntut para penghayat kepercayaan dan masyarakat adat selalu ada di garis terdepan melestari alam, melawan perusahaan dan negara yang ugal-ugalan, sementara organisasi agama besar yang katanya ...
Ringkasan:● Konferensi AASR 2025 menyoroti hubungan antara etika ekologi, ruang sakral, dan ketangguhan spiritual masyarakat lokal.● Delegasi ICRS UGM memaparkan riset mendalam mengenai dinamika agama pedesaan di konferensi AASR 2025.● Penelitian Indonesia menunjukkan adaptasi kreatif komunitas dalam menjaga tradisi di tengah arus modernisasi global. Republikasi dari ICRS The recent 50th Annual Conference of the Australian Association for the Study of ...
Konten ini diambil dari akun Instagram Institut DIAN/Interfidei UNDANGAN TALKSHOW SERI II: Krisis Lingkungan, Iman, dan Tanggung Jawab Bersama Kerusakan lingkungan hidup, hutan yang gundul, sungai yang tercemar, laut yang rusak, tanah yang kehilangan kesuburannya, serta punahnya berbagai makhluk hidup, kian nyata dan berdampak langsung pada kehidupan manusia. Dampak ini paling berat dirasakan oleh masyarakat yang direntankan: petani, nelayan, buruh, ...
Ringkasan:● Krisis ekologis di Sumatera memperlihatkan absennya negara dan penderitaan penyintas yang dibiarkan bertahan sendiri.● Banjir dan longsor dipicu kerusakan hutan akibat korporasi serta buruknya tata kelola kekuasaan pusat dan daerah.● Gerakan antar-iman menegaskan iman harus hadir membela penyintas dan memperjuangkan keadilan ekologis bersama. Republikasi dari Institut DIAN/Interfidei Pada Jumat, 12 Desember 2025, Jaringan Antar-Iman Indonesia menyelenggarakan talkshow bertajuk “Krisis ...
Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Komunitas GUSDURian Makassar, Pelita Padang, dan 2 lainnya Caption: Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Makassar menghadirkan Kajian Tauhid (Teologi) & Ekologi #2 dengan tema:“Ketika Bumi Menjerit: Membaca Bencana Sumatera dalam Perspektif Tauhid & Tanggungjawab Ekologis”. Kita belajar membaca luka-luka alam bukan hanya sebagai data bencana, tetapi sebagai panggilan etis. Di dalamnya ...
Republikasi dari Huria Kristen Batak Protestan ...
Sekber Koalisi Advokasi KBB mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi Virtual Bulanan Gerakan Green Islam di Indonesia: Aktor, Strategi, dan Jaringan 🗓 Jumat, 28 November 2025⏰ Pukul 14.00–16.00 WIB🔗 Link Registrasi Zoom: bit.ly/diskusi-KBB24📄 Bahan Diskusi: bit.ly/bahandiskusi-KBB24 Riset terbaru PPIM UIN Jakarta, dibukukan dengan judul di atas, memberi data dan wawasan luas tentang “Green Islam” sebagai gerakan lingkungan yang dinamis di Indonesia. ...
Ringkasan:● Kolaborasi lintas agama penting untuk memperkuat keadilan ekologis dan perlindungan kelompok rentan.● Komunitas Sri Tumuwuh menunjukkan praktik ekokrasi melalui ritual budaya yang memulihkan harmoni manusia–alam.● Perubahan perspektif menuju ekokrasi menekankan pentingnya mendengarkan suara manusia dan alam sebagai dasar pemulihan ekologis. Oleh: Fransisca Yohana Sri Winarsih | Republikasi dari ICRS In the face of the ecological crisis, religious communities are ...
Ringkasan:● Krisis lingkungan Indonesia mendesak karena rendahnya kesadaran moral masyarakat dalam merawat alam.● Tokoh lintas agama memiliki kekuatan moral untuk menggerakkan kesadaran ekologis masyarakat.● Kampanye lingkungan oleh pemuka agama mengubah isu ekologis menjadi gerakan moral dan spiritual lintas iman. Oleh: Abdul Warits (Penggerak Komunitas GUSDURian Sumenep, Madura) | Republikasi dari GUSDURian Krisis lingkungan di negara Indonesia akhir-akhir ini bukan lagi ...
Ringkasan:● Ensiklik Laudato Si’ menetapkan tujuh tujuan global merawat Bumi dan martabat manusia.● Krisis ekologis berakar dari tindakan manusia, sehingga solusi juga harus datang dari manusia.● Perubahan radikal memerlukan kerja sama semua elemen, termasuk penolakan ormas agama terhadap tambang. Oleh: Adin Fahima Zulfa | Republikasi dari GUSDURian “Hampir tidak ada gunanya menggambarkan gejala-gejala krisis ekologis tanpa mengakui bahwa akarnya adalah ...















