JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mendukung gagasan pemerintah untuk mengembangkan berbagai Proyek Strategis Nasional di wilayah Papua yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian regional, dan mendatangkan investasi serta membuka lapangan kerja. Sekalipun demikian, PGI mencermati dan mengritisi implementasi beberapa PSN, terutama terkait proyek-proyek ekstraktif dan agrikultur skala besar, yang berdampak pada deforestasi masif, pelanggaran hak-hak masyarakat adat, hilangnya mata pencaharian tradisional, serta ...
Pernyataan Sikap PGI atas Penertiban Kawasan Hutan dan Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan
Ringkasan:● PGI mengapresiasi langkah tegas pemerintah menertibkan kawasan hutan dan mencabut izin perusahaan perusak lingkungan.● PGI mendorong audit lanjutan, penegakan hukum tegas, serta perlindungan pekerja terdampak pencabutan izin.● PGI mengajak gereja dan umat beriman terlibat aktif memperjuangkan keadilan ekologis dan keutuhan ciptaan. Republikasi dari PGI Presiden Prabowo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Penertiban ...
Tulisan Kelima (Catatan Akhir Tahun KBB 2025) Oleh: Ismail Al-’Alam Matahari belum tepat di atas ubun-ubun ketika sejumlah warga dan jemaat lintas gereja Sihaporas menimbun lubang-lubang sedalam hingga 10 meter, hasil dari perusakan kendaraan berat milik PT Toba Pulp Lestari (TPL), pada 18 Oktober 2025. Jalan itu adalah satu-satunya akses menuju ladang, sekolah, dan rumah ibadah mereka. Sejak TPL melintasi ...
Ringkasan:● Bencana ekologis di Sumatera Utara dimaknai sebagai momentum memperkuat perjuangan keadilan ekologis lintas sektor.● Diskusi menekankan pentingnya strategi advokasi terkoordinasi dari tingkat lokal hingga nasional.● PGI dan Sekber Gokesu mendorong kolaborasi media, kampus, lintas iman, dan solidaritas basis masyarakat. Republikasi dari PGI Diskusi antara Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumene Sumatera Utara (Sekber ...
Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Lihat videonya di sini: https://www.instagram.com/p/DSzJdAvkQiA/ Caption: Agama turun untuk menggarap tambang atau merawat lingkungan? Agama hadir untuk merusak alam atau meruwat jagat kehidupan? Lalu mengapa kita banyak menuntut para penghayat kepercayaan dan masyarakat adat selalu ada di garis terdepan melestari alam, melawan perusahaan dan negara yang ugal-ugalan, sementara organisasi agama besar yang katanya ...
Ringkasan:● Konferensi AASR 2025 menyoroti hubungan antara etika ekologi, ruang sakral, dan ketangguhan spiritual masyarakat lokal.● Delegasi ICRS UGM memaparkan riset mendalam mengenai dinamika agama pedesaan di konferensi AASR 2025.● Penelitian Indonesia menunjukkan adaptasi kreatif komunitas dalam menjaga tradisi di tengah arus modernisasi global. Republikasi dari ICRS The recent 50th Annual Conference of the Australian Association for the Study of ...
Konten ini diambil dari akun Instagram Institut DIAN/Interfidei UNDANGAN TALKSHOW SERI II: Krisis Lingkungan, Iman, dan Tanggung Jawab Bersama Kerusakan lingkungan hidup, hutan yang gundul, sungai yang tercemar, laut yang rusak, tanah yang kehilangan kesuburannya, serta punahnya berbagai makhluk hidup, kian nyata dan berdampak langsung pada kehidupan manusia. Dampak ini paling berat dirasakan oleh masyarakat yang direntankan: petani, nelayan, buruh, ...
Ringkasan:● Krisis ekologis di Sumatera memperlihatkan absennya negara dan penderitaan penyintas yang dibiarkan bertahan sendiri.● Banjir dan longsor dipicu kerusakan hutan akibat korporasi serta buruknya tata kelola kekuasaan pusat dan daerah.● Gerakan antar-iman menegaskan iman harus hadir membela penyintas dan memperjuangkan keadilan ekologis bersama. Republikasi dari Institut DIAN/Interfidei Pada Jumat, 12 Desember 2025, Jaringan Antar-Iman Indonesia menyelenggarakan talkshow bertajuk “Krisis ...
Ringkasan:● Pemaknaan rahmatan lil ‘alamin yang antroposentris berkontribusi pada abainya tanggung jawab ekologis.● Krisis ekologis merupakan dampak eksploitasi alam yang mengabaikan etika dan keberlanjutan lingkungan.● Islam Kosmik menawarkan kesalehan ekologis yang menautkan relasi Tuhan, manusia, dan alam secara setara. Oleh: Noer Fahmiatul Ilmia (Staf ISIF dan Gusdurian Cirebon) | Republikasi dari ISIF Selama ini, konsep Islam rahmatan lil ‘alamin masih ...
Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Komunitas GUSDURian Makassar, Pelita Padang, dan 2 lainnya Caption: Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-16, GUSDURian Makassar menghadirkan Kajian Tauhid (Teologi) & Ekologi #2 dengan tema:“Ketika Bumi Menjerit: Membaca Bencana Sumatera dalam Perspektif Tauhid & Tanggungjawab Ekologis”. Kita belajar membaca luka-luka alam bukan hanya sebagai data bencana, tetapi sebagai panggilan etis. Di dalamnya ...
















