Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Resiliensi menjadi fokus baru dalam menghadapi tekanan sosial, politik, dan kebebasan beragama.● Pegiat lintas iman mendorong penguatan akar rumput yang inklusif dan memberdayakan penyintas intoleransi.● Gerakan lintas iman diarahkan pada spiritualitas ugahari dan perubahan kecil yang bermakna. Oleh: Risdo Simangunsong | Republikasi dari Jakatarub Resiliensi sebagai Napas Perjuangan Resiliensi merupakan kata yang belakangan kian berseliweran dalam diskusi, program, hingga ...

Ringkasan:● Everyday religious freedom menyoroti kebebasan beragama yang muncul dalam praktik dan relasi sehari-hari.● Studi Cao menunjukkan sinicization sebagai proses kultural diaspora, bukan sekadar kontrol negara.● Kebebasan beragama dipahami sebagai pengalaman situasional yang dinegosiasikan di ruang domestik dan transnasional. Oleh: Tedi Kholiludin | Republikasi dari elsaonline Salah satu gagasan kebebasan beragama yang jarang dibahas, tetapi sejatinya sangat potensial untuk dikembangkan ...

Ringkasan:● Seminar membahas dampak penerapan KUHP Nasional terhadap ruang kebebasan beragama di tingkat lokal.● Pembicara menyoroti potensi kriminalisasi, pasal karet, dan perlunya penguatan respons masyarakat sipil.● Solusi ditekankan pada pentingnya solidaritas lintas agama dan pendidikan publik untuk mencegah pelanggaran KBB. Oleh: Risdo Simangunsong | Republikasi dari Jakatarub Senin (24/11/2025) diadakan seminar bertajuk “Dampak Penerapan KUHP Nasional terhadap Kebebasan Beragama dan ...

Sekber Koalisi Advokasi KBB mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi & Peluncuran Buku Kursus Pembuat Perubahan: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan 🗓 Senin, 24 November 2025⏰ Pukul 14.00–16.00 WIB🔗 Link Registrasi Zoom: bit.ly/diskusiKBB-23📄 Bahan Diskusi: bit.ly/bahandiskusiKBB-22 Sekber Koalisi KBB baru saja ikut menerbitkan buku “Kursus Pembuat Perubahan Lokal: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan”. Apa kekuatan dan keterbatasan modul ini sebagai buku sumber untuk ...

Di berbagai daerah, kelompok minoritas agama dan kepercayaan masih menghadapi penolakan, pembubaran kegiatan ibadah, persekusi, bahkan perusakan rumah ibadah. Ringkasan:● Negara gagal menjamin kebebasan beragama meski konstitusi memerintahkan perlindungan setara bagi semua warga.● Berbagai kasus intoleransi terus berulang akibat regulasi diskriminatif dan pembiaran aparat.● Pelarangan kegiatan Jemaat Ahmadiyah menunjukkan regulasi diskriminatif melegitimasi intoleransi. Oleh: Fajar Pahrul Ulum | Republikasi dari ...

Sudah lebih dari satu tahun sejak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Periode satu tahun ini merupakan waktu yang cukup untuk melihat arah prioritas pemerintahan, sekaligus membaca pola pengelolaan kebijakan yang akan menentukan perjalanan pemerintahan pada tahun-tahun berikutnya. Berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan dan langkah pemerintah sepanjang tahun pertama ...

Oleh: Riyad Dafhi R. | Republikasi dari Banjartimes Ringkasan:● Religi Expo menghadirkan ruang perjumpaan lintas iman untuk merayakan keberagaman dan mengurangi prasangka.● Ahmadiyah memanfaatkan expo untuk berdialog terbuka dan menegaskan kesamaan ajaran Islam yang mereka anut.● Indeks toleransi Banjarmasin meningkat seiring upaya kolaboratif merawat keberagaman dan ekspo menambahkan pesan penting merawat lingkungan. Puluhan komunitas lintas agama, kepercayaan, dan suku berkumpul ...

Oleh: Suci Ambarwati Ringkasan:● Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional mengabaikan sejarah kekerasan Orde Baru terhadap KBB.● Orde Baru menindas iman dan identitas melalui pembatasan agama resmi, diskriminasi, dan kekerasan negara.● Gelar pahlawan tersebut menormalisasi kekerasan dan mengkhianati korban serta kebenaran sejarah. Pemerintah resmi menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Keputusan ini disambut sebagian pihak sebagai bentuk “penghargaan atas jasa pembangunan dan ...

Ringkasan:● Orang muda berpotensi mendorong perdamaian, tetapi masih rentan terpapar intoleransi dan diskriminasi.● Gerakan KBB belum sepenuhnya representatif dan membutuhkan lensa interseksional serta kolaborasi lintas identitas.● Partisipasi orang muda harus bermakna dengan internalisasi nilai KBB dan dukungan sistem demokratis. Oleh: Rahmatul Amalia N. Ahsani | Republikasi dari INFID Tulisan ini merupakan refleksi personal penulis bersama orang muda pegiat isu KBB ...

Sekber Koalisi Advokasi KBB, dan Komnas Perempuan mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi & Peluncuran Buku (Hybrid) Kursus Pembuat Perubahan: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan 🗓 Senin, 17 November 2025⏰ Pukul 13.00–16.00 WIB📍Ruang Persahabatan, Komnas Perempuan & ZOOM🔗 Link Registrasi: https://bit.ly/RegisModulKBB-KP📄 Bahan Diskusi: bit.ly/bahandiskusiKBB-22 Sekber Koalisi KBB baru saja ikut menerbitkan buku “Kursus Pembuat Perubahan Lokal: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan”. Apa kekuatan ...