Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Agama dan spiritualitas menjadi landasan gerakan ekologi serta penggagas awal konsep keberlanjutan.● Kolaborasi lintas agama dan masyarakat adat sangat penting melawan eksploitasi lingkungan berkedok keberlanjutan.● Gerakan spiritualitas rentan dipolitisasi dan disalahgunakan jika tidak dilandasi etika keadilan lingkungan. Oleh: Afkar Aristoteles Mukhaer | Republikasi dari ICRS For decades, the prevailing narrative in the West has been one of “empty pews.” We have watched ...

Oleh: Rikky Andriyanto | Republikasi dari Institut DIAN/Interfidei Yogyakarta tidak pernah kehabisan cerita tentang perjumpaan dan pendidikan. Di kota ini, letak pondok pesantren yang merawat tradisi Islam Nusantara beririsan harmonis dengan lembaga pendidikan rohani agama lain. Salah satu institusi yang kerap mengundang tanya bagi masyarakat awam adalah Seminari Tinggi. Secara khusus, kehadiran Seminari Tinggi Santo Paulus di kawasan Kentungan, Yogyakarta, ...

Ringkasan:● Institusi agama konvensional mulai digantikan oleh praktik spiritualitas sehari-hari yang lebih personal dan inklusif.● Kebun komunitas menjadi ruang sakral alternatif tempat orang menemukan makna, etika, dan ketenangan.● Pendekatan ini menantang dikotomi agama-nonagama dan menegaskan pentingnya kebersamaan ekologis. Oleh: Fuji Riang Prastowo | Republikasi dari ICRS Contemporary discussions on religion and spirituality increasingly reflect shifts in how individuals seek meaning, ...

Ringkasan:● Kekristenan di Asmat membawa pesan keselamatan sekaligus berisiko menghapus ingatan spiritual dan kosmologi lokal.● Kosmologi Asmat memandang roh leluhur, ritus, dan artefak sebagai realitas hidup yang menjaga keseimbangan kosmos.● Dialog setara antara Injil dan epistemologi Asmat membuka jalan dekolonisasi iman dan pemulihan ingatan spiritual. Oleh: Yunus Demianus Djabumona | Republikasi dari CRCS UGM Masuknya kekristenan di Asmat tidak hanya ...

Dalam iman Katolik, keyakinan ini memberi ketenangan bahwa hidup tidak pernah sepenuhnya rusak. Selalu ada ruang untuk memulai kembali. Ringkasan:● Kegagalan adalah ruang memurnikan harapan dan memulai kembali sesuai perspektif iman Katolik.● Penerimaan diri dan dukungan komunitas membantu manusia bertahan di tengah situasi sulit.● Makna hidup tumbuh melalui ketekunan, kebersamaan, dan harapan jujur di tengah ketidakpastian. Oleh: Laurensius Rio | ...

Ringkasan:● Gen Z menuntut keotentikan dalam beragama, bergeser dari ritual rutin menuju spiritualitas yang personal dan kritis.● Mereka menolak kemunafikan dan politisasi agama, sehingga partisipasi keagamaan bersifat bersyarat atau sesekali.● Perubahan ini bukan penolakan agama, melainkan evolusi spiritual yang memerlukan pendekatan moderat dan relevan. Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Jakatarub dan Institut DIAN/Interfidei Caption: Is Gen Z abandoning ...

Oleh: Fardan Mahmudatul Imamah | Republikasi dari ICRS This essay asks if theology that envisions harmony between humans and nature is naïve, given a world that’s growing hotter and drier. On one hand, religious narratives—especially those in the Franciscan tradition—revive a loving language toward creation. They refer to elements of nature as Brother Sun, Sister Moon, and Sister Earth. On ...