Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Pemberlakuan KUHP Nasional memunculkan harapan pembaruan hukum sekaligus kekhawatiran perluasan kriminalisasi kebebasan beragama.● Pasal-pasal multitafsir dan isu moralitas berisiko disalahgunakan tanpa perspektif hak asasi manusia.● Pengawalan publik dinilai krusial agar KUHP melindungi keberagaman, bukan menekan kelompok minoritas. Oleh: Ucu Cintarsih | Republikasi dari JAKATARUB Menyambut KUHP Nasional: Antara Harapan dan Kecemasan Menjelang pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional ...

Ringkasan:● Tercatat 183 gangguan/pelanggaran KBB sepanjang 2025 dengan Jawa Barat sebagai wilayah kasus tertinggi.● Gereja dan Ahmadiyah menjadi target utama persekusi akibat stigma serta regulasi diskriminatif.● Aparat negara dan ormas sering mengorbankan hak minoritas demi stabilitas semu berkedok harmoni. Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram SEJUK, dan 3 lainnya Caption: Gereja-gereja dan jemaat muslim Ahmadiyah target rentan pelanggaran kebebasan ...

“Di situ, (saya) disuruh tanda tangan untuk membubarkan Jalsah. Yang kedua (saya) dituntut untuk tidak melakukan kegiatan (Ahmadiyah) apa pun.” Ringkasan:● Pembubaran paksa Jalsah Salanah 2025 di berbagai daerah mencoreng peringatan seabad Ahmadiyah Indonesia.● Intimidasi ormas dan tekanan pejabat daerah memaksa jemaah menghentikan kegiatan ibadah tahunan mereka.● Regulasi diskriminatif seperti SKB 3 Menteri masih menjadi dasar pelanggengan persekusi terhadap Ahmadiyah. ...

Ringkasan: ● Survei Kemenag 2025 menunjukkan Gen Z paling toleran beragama, melampaui Milenial dan Baby Boomers.● Gen Z mencatat indeks tertinggi kemampuan membaca Al-Qur’an dibandingkan seluruh generasi lain.● Kedewasaan sikap anak muda menjadi modal strategis menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh: Sucipto | Republikasi dari SINDOnews Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan ...

Echo chamber. Media sosial cenderung menyajikan konten yang selaras dengan minat dan pandangan penggunanya. Ketika seseorang mulai mengonsumsi konten bernuansa intoleran atau radikal, algoritma akan terus menyuguhkan konten serupa. Ringkasan:● Algoritma dan echo chamber media sosial mempercepat penyebaran konten radikal pada kelompok rentan.● Radikalisme digital dipicu oleh faktor psikologis, pencarian identitas, dan kebutuhan akan kepastian instan.● Lawan intoleransi melalui verifikasi ...

Ringkasan:● Ranperpres PKUB berisiko melanggengkan diskriminasi pendirian rumah ibadah terhadap kelompok minoritas.● Data menunjukkan peningkatan pelanggaran kebebasan beragama yang belum mampu diatasi negara.● Koalisi sipil mendesak revisi kebijakan agar lebih inklusif dan sesuai konstitusi. Oleh: Rindrasari | Republikasi dari YKPI Akhir tahun sering kali diisi dengan perayaan, harapan baru, dan janji-janji perubahan. Namun, bagi sebagian warga, pergantian tahun tidak selalu ...

Ringkasan:● Tahun 2025 menandai kemunduran HAM terparah pascareformasi akibat kebijakan negara yang represif dan anti-partisipasi publik.● Kekerasan negara, kriminalisasi protes, dan perluasan peran militer mempersempit ruang sipil serta mengancam kebebasan dasar warga.● Kebijakan ekonomi pro-deforestasi memicu ketimpangan sosial dan bencana ekologis yang berujung pada krisis kemanusiaan. Republikasi dari Amnesty International Indonesia Tahun 2025 merupakan tahun malapetaka nasional hak asasi manusia ...

Ringkasan:● Safari Natal GUSDURian Cirebon memperkuat toleransi lintas iman melalui perjumpaan langsung di Biara Santa Maria.● Suster Ursulin merawat keberagaman melalui konsistensi pelayanan pendidikan dan keramahan sosial sejak tahun 1933.● Toleransi sejati terwujud melalui kerja sederhana perempuan dalam menghadirkan rasa aman bagi sesama. Oleh: Fuji Ainnayah | Republikasi dari GUSDURian Pada Kamis, 25 Desember 2025, Komunitas GUSDURian Cirebon bersama sejumlah ...

Ringkasan:● Human flourishing menjadi kerangka lintas disiplin untuk perdamaian, kesejahteraan, dan depolarisasi global.● ICRS berpartisipasi aktif dalam diskursus internasional melalui simposium di Australian Catholic University.● Simposium menghasilkan kolaborasi konkret Indonesia–Australia dalam riset, pendidikan, dan pengembangan akademik. Oleh: Imanuel Geovasky | Republikasi dari ICRS Human flourishing has gained increasing attention in global academic and policy-oriented discussions as scholars seek more comprehensive ...

Konten ini diambil dari akun Instagram SEJUK Lihat videonya di sini: https://www.instagram.com/p/DSzJdAvkQiA/ Caption: Agama turun untuk menggarap tambang atau merawat lingkungan? Agama hadir untuk merusak alam atau meruwat jagat kehidupan? Lalu mengapa kita banyak menuntut para penghayat kepercayaan dan masyarakat adat selalu ada di garis terdepan melestari alam, melawan perusahaan dan negara yang ugal-ugalan, sementara organisasi agama besar yang katanya ...