Informasi Jadwal Agenda Kegiatan Terkini

Ringkasan:● Gen Z menuntut keotentikan dalam beragama, bergeser dari ritual rutin menuju spiritualitas yang personal dan kritis.● Mereka menolak kemunafikan dan politisasi agama, sehingga partisipasi keagamaan bersifat bersyarat atau sesekali.● Perubahan ini bukan penolakan agama, melainkan evolusi spiritual yang memerlukan pendekatan moderat dan relevan. Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram Jakatarub dan Institut DIAN/Interfidei Caption: Is Gen Z abandoning ...

Republikasi dari MDPI Judul Asli: Structural Violence and Religious Freedom: Towards a Legal Principle of Structural Justice in the Chilean ExperiencePenulis: Alessia Baghino Abstrak: Yurisprudensi terbaru di Chili mengenai kebebasan beragama masyarakat adat telah mengungkapkan adanya disonansi (ketidakselarasan) yang mendalam antara kategori hukum yang diterapkan oleh pengadilan dan konsepsi spiritual masyarakat adat. Kesenjangan antara pengakuan formal dan perlindungan efektif terhadap situs-situs ...

Ringkasan:● Perlu redefinisi konsep minoritas sebagai persoalan struktural berbasis relasi kuasa.● Regulasi dipandang krusial untuk memastikan identitas dan kelompok rentan tidak mengalami diskriminasi.● Mahasiswa didorong memperluas ruang intelektual di luar kampus guna memperkuat kepekaan sosial. Republikasi dari elsaonline Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) Semarang bekerja sama dengan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas ...

Ringkasan:● Jalsah Salanah di Krucil berlangsung tenang berkat dukungan kuat komunitas dan aparat lokal.● Di balik ketenangan, kegiatan tetap dinaungi kewaspadaan akibat residu ketegangan dan SKB 3 Menteri.● Penyelenggaraan yang lancar mencerminkan hasil negosiasi panjang menghadapi pembatasan di berbagai daerah. Oleh: Tedi Kholiludin | Republikasi dari elsaonline Letak Dusun Krucil, Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, tidak persis berada di ...

Ringkasan:● Kebebasan beragama di Indonesia tergerus oleh negara, aparat, dan ormas melalui toleransi semu.● Toleransi murahan memosisikan minoritas sebagai objek belas kasih mayoritas, bukan warga setara.● Orang muda menuntut toleransi mahal berbasis kesetaraan, inklusivitas, dan perlindungan hak nyata. Oleh: M. Naufal Waliyuddin | Republikasi dari Rumah KitaB Menjelang pergantian tahun, situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia masih belum ...

Konten ini diambil dari kolaborasi akun Instagram YKPI, CIS Timor, dan AJI Yogyakarta Caption: Webinar Nasional HAKTP 2025 dan Hari HAM:“Mengurai Kekerasan Struktural terhadap Perempuan:Dari Kawin Tangkap, Perempuan dalam Situasi Bencana, hingga Regulasi Diskriminatif” Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat—dari Aceh, Yogyakarta, hingga NTT. Mulai dari kawin tangkap, kekerasan seksual, diskriminasi dalam aturan, hingga kerentanan perempuan dalam bencana dan konflik keagamaan.Peringatan ...

Ringkasan:● Situasi HAM 2025 memburuk dengan meningkatnya kekerasan negara dan lemahnya penuntasan pelanggaran.● Tindakan aparat menyebabkan banyak korban, termasuk pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, dan penangkapan sewenang-wenang.● Reformasi sektor keamanan mundur drastis akibat revisi UU TNI dan minimnya partisipasi publik. Republikasi dari KontraS Untuk memperingati Hari HAM Sedunia pada tanggal 10 Desember, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ...

Ringkasan:● PN Makale merobohkan Tongkonan Ka’pun (berusia 300 tahun) dan 10 bangunan lain.● Eksekusi lahan sengketa ini memicu bentrokan antara aparat, warga, dan mahasiswa yang menimbulkan korban luka.● Tongkonan bukan sekadar bangunan, ia adalah simbol identitas, termasuk penyambung dengan leluhur,. Oleh: A. Sumandoyo | Konten ini diambil dari akun Instagram Narasi Newsroom Caption: Tongkonan Ka’pun, rumah adat berusia tiga abad, ...

Ringkasan:● Perempuan Ahmadiyah menghadapi kerentanan berlapis akibat diskriminasi gender dan keyakinan.● Jalsah Salanah menjadi ruang spiritual sekaligus forum memperkuat perlindungan dan suara perempuan.● Negara didesak menjamin hak-hak konstitusional perempuan minoritas dari kekerasan dan stigma struktural. Oleh: Neno Karlina Paputungan | Republikasi dari Tentangpuan.com Embun masih menggantung pelan di dedaunan ketika angin lembut menyapu halaman Masjid Mubarak di Kelurahan Motoboi Besar. ...

Ringkasan:● Pemaksaan dan pelarangan jilbab melanggar kebebasan beragama dan memicu tekanan psikologis serius.● Tekanan sistemik menghasilkan kekerasan simbolik dan konflik identitas mendalam.● Perempuan merespons tekanan melalui adaptasi, perlawanan, dan advokasi diri yang membentuk transformasi pribadi. Oleh: Fransisca Yohana Sri Winarsih | Republikasi dari ICRS Kompas.com reported on a case involving the alleged forced wearing of a hijab by a female student at ...